Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif


Metode Penelitian Komunikasi

PERBEDAAN PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF


A.                BERDASARKAN AKSIOMA
Aksioma adalah pandangan dasar. Aksioma penelitian kuantitaf dan kualitatif meliputi aksioma tentang realitas, hubungan peneliti dengan yang diteliti, hubungan variabel, kemungkinan generalisasi, dan peranan nilai. Penjelasan tentang masing – masing perbedaan tersebut akan dijelaskan dibawah ini.

Aksioma Dasar
Metode Kuantitatif
Metode Kualitatif

Sifat realitas
Dapat diklasifikasikan, konkrit, teramati, terukur
Ganda, holistik, dinamis, hasil konstruksi dan pemahaman
Hubungan peneliti dengan yang diteliti
Independen, supaya terbangun obyektivitas
Interaksi dengan sumber data supaya memperoleh makna
Hubungan variabel
Sebab-akibat (kausal)

Y



x
X



x
 



Timbal balik/interaktif
Y



x
X



x
Z



x
 






Kemungkinan generalisasi
Cenderung membuat generalisasi
Transferability
(hanya mungkin dalam ikatan konteks dan waktu)
Penilaian nilai
Cenderung bebas nilai
Terikat nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data


a.                  Sifat Realitas
a.1.      Kuantitatif
            Dalam  metode kuantitatif yang berlandaskan pada filsafat positivism, realitas dipandang sebagai suatu yang kongkrit, dapat diamati dengan panca indera, dapat dikategorikan menurut jenis, bentuk, warna, dan perilaku, tidak berubah, dapat diukur dan diverivikasi. Dengan demikian dalam metode ini, peneliti dapat menentukan hanya beberapa variabel saja dari objek yang diteliti, dan kemudian dapat membuat instrument untuk mengukurnya.

a.2.      Kualitatif
Dalam penelitian kualitatif yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme atau paradigma interpretive, suatu realitas atau objek tidak dapat dilihat secara parsial dan dipecah kedalam variabel. Penelitian ini memandang objek sebagai sesuatu yang dinamis, hasil konstruksi pemikiran dan interprestasi terhadap gejala yang diamati, serta utuh ( holistic) karena stiap aspek  dari objek itu mempunyai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Realitas dalam penelitian kualitatif tidak hanya yang tampak ( teramati ), tetapi sampai dibalik yang tampak tersebut.


b.                 Hubungan Peneliti dengan yang Diteliti

b.1.      Kuantitatif
Dalam penelitian kuantitatif, kebenaran itu di luar dirinya, sehingga hubungan antara peneliti dengan yang diteliti harus dijaga jaraknya sehingga bersifat independen. Metode ini menggunakan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data, maka peneliti kuantitatif hamper tidak mengenal siapa yang diteliti atau responden yang memberikan data.

b.2.      Kualitatif
Dalam penelitian kualitatif peneliti sebagai human instrument dan dengan teknik pengumpulan data participant observation ( observasi berperan serta ) dan in depth interview ( wawancara mendalam), maka peneliti  harus berinteraksi dengan sumber data. ). Para peneliti kualitatif sedapat mungkin berinteraksi secara dekat dengan informan, mengenal secara dekat dunia kehidupan mereka, mengamati dan mengikuti alur kehidupan informan secara apa adanya (wajar ).  Dengan demikian peneliti kualitatif harus mengenal betul orang yang memberikan data.


c.                  Hubungan Antar Variabel

c.1.      Kuantitatif
            Dalam penelitian kuantitatif, penelitinya dalam melihat hubungan variabel terhadapat obyek yang diteliti lebih bersifat sebab dan akibat (kausal), sehingga dalam penelitiannya ada variabel independen dan dependen. Dari variabel tersebut kemudian dicari seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. 
Contoh : Pengaruh iklan terhadap nilai penjualan, artinya semakin banyak iklan yang ditayangkan maka akan semakin banyak nilai penjualan. Iklan sebagai variabel independen ( sebab ) dan nilai penjualan sebagai variabel dependen ( akibat )

c.2.      Kualitatif
Dalam penelitian kualitatif yang bersifat holistic dan lebih menekankan pada proses, maka penelitian kualitatif dalam melihat hubungan antar variabel pada obyek yang diteliti lebih bersifat interaktif yaitu saling mempengaruhi ( reciprocal/interaktif), sehingga tidak diketahui mana variabel independen dan dependennya.
Contoh : Hubungan antara iklan dan nilai penjualannya. Dalam hal ini hubungan interaktif, artinya makin banyak uang yang dikeluarkan maka akan semakin banyak nilai penjualan, tetapi sebaliknya makin banyak nilai penjulan maka alokasi dana untuk iklan juga akan semakin tinggi.

d.                 Kemungkinan Generalisasi

d.1.      Kuantitatif
Umumnya penelitian kuantitatif lebih menekankan pada keluasan informasi ( bukan kedalaman) sehingga metode ini cocok digunakan untuk populasi yang luas dengan variabel yang terbatas. Selanjutnya data yang diteliti adalah sampel yang diambil dari populasi tersebut dengan teknik probability sampling ( random). Berdasarkan data dari sampel tersebut, selanjutnya peneliti membuat generalisasi ( kesimpulan sampel

d.2.      Kualitatif
Penelitian kualitatif tidak melakukan generalisasi tetapi lebih menekankan kedalaman informasi sehingga sampai pada tingkat makna. Seperti telah dikemukakan, makna adalah data terbalik yang tampak. Walaupun penelitian kualitatif tidak membuat generalisasi, tidak berarti hasil penelitiannya tidak dapat diterapkan ditempat lain. Generalisasi dalam penelitian kualitatif disebut transferability dalam bahasa Indonesia dinamakan keteralihan. Maksudnya adalah bahwa, hasil penelitian kualitatif dapat ditransferkan atau diterapkan ditempat lain, manakala kondisi tempat lain tersebut tidak jauh berbeda dengan tempat penelitian.


e.                  Peranan Nilai

e.1.      Kuantitatif
Dalam penelitian kuantitatif, karena peneliti tidak berinteraksi dengan suber data, maka akan terbebas dari nilai – nilai yang dibawa peneliti dan sumber data. Karena ingin bebas nilai maka peneliti menjaga jarak dengan sumber data, supaya data yang diperoleh obyektif.

e.2.      Kualitatif
Peneliti kualitatif dalam melakukan pengumpulan data terjadi interaksi antara peneliti data dengan sumber data. Dalam interaksi ini baik peneliti maupun sumber data memiliki latar belakang, pandangan, keyakinan, nilai – nilai, kepentingan dan persepsi yang berbeda- beda, sehingga dalam pengumpulan data, analisis dan pembuatan laporan akan terikat oleh nilai masing- masing.


CIRI-CIRI PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF
KUALITATIF
KUANTITATIF
Frase yang berkaitan dengan pendekatan
etnografis
Eksperimen
dokumentasi
data keras
penelitian lapangan
perpektif luar
data lunak
Empiris
interaksi simbolis
Positivis
perspektif dalam
fakta sosial
naturalistik
Statistik
etnometodologis
metode ilmiah
Deskriptif
pengamatan pelibatan
fenomenologis
aliran Chicago
riwayat hidup
studi kasus
ekologis
Naratif
interpretatif
Konsep penting yang berkaitan dengan pendekatan
makna
Variabel
pemahaman akal sehat
Opersional
penggolongan
Reliabilitas
definisi situasi
Hipotessis
kehidupan sehari-hari
Validitas
tatanan negosiasi
signifan secara statistik
proses
Replikasi
pemahaman
Prediksi
tujuan  praktis
konstruksi sosial
teori dasar
Nama yang berkaitan dengan pendekatann
Max Weber
Emile Durkheim
Charles Horton Cooley
Fred Kerlinger
Harold Garfinkel
Edward Thorndike
Margaret Mead
Robert Bales
W.I Thomas
Donald Chambell
Everelt Hughes
Ervng Golfman
Herbert Blumer
Afiliasi Teoritis
interaksi simbolis
fungsionalisme struktural
etnometodologi
realisme, positivisme
fenomenologi
Behaviorisme
kebudayaan
empirisme logis
idealisme
teori sistem
Afiliasi akademis
sosiologi
Psikologis
sejarah
ilmu ekonomi
antropologi
Sosiologi
ilmu politik
Tujuan
mengembangkan konsep
menguji teori
memerikan realitas ganda
menstabilkan fakta
teori dasar (grounded theory)
deskripsi statistik
mengembangkan pemahaman
menunjukkan hubungan antar variabel
Memprediksi
Rancangan
berkembang, lentur, umum
terstruktur, ditentukan di awal, formal, khusus
rancangan sebagai panduan proses penelitian
rencana kerja operasional
Usulan penelitian
singkat
panjang lebar
spekulatif
fokus rinci dan khusus
menunjukkan bidang yang relevan diteliti
prosedur rinci dan khusus
sering ditulis setelah ada data terkumpul
melalui tinjauan pustaka yang substantif
kajian pustaka yang substantif singkat
ditulis sebelum ada datanya
ancangan disebut secara umum
hipotesa dinyatakan
Data
deskriptif
Kuantitatif
dokumen pribadi
kode kuantitatif
catatan lapangan
bilangan, ukuran
foto
variabel operasional
kata-kata pelaku sendiri
Statistik
dokumen resmi dan artefak
Sampel
kecil
Besar
tidak mewakili
Berstratifikasi
sampel teoritis
kelompok kontrol
sampel bola salju
tepat, cermat
bertujuan
dipilih acak
kendali kontrol untuk variabel luar
Taktik atau Metode
observasi
Eksperimen
observasi partisipasi
observasi terstruktur
tinjauan atas berbagai dokumen
eksperimen semu
wawancara terbuka/berkembang
wawancara terstruktur
penjelasan sumber pertama
Survei
Hubungan dengan subyek
empati
ada pembatasan
menekankan kepercayaan
jangka pendek
kesetaraan
ada jarak
subyek sebagai sahabat
subyek-peneliti
hubungan dekat
Musiman
Instrumen dan alat
tape recorder
inventori, kuesioner
alat penyalin tulisan
Komputer
komputer
indeks, skala, skor tes
Analisa dataa
berkelanjutan
Deduktif
model, tema, konsep
dikerjakan selesai pengumpulan data
induktif
Statistik
induksi analitis
metode komparatif
Masalah dalam penggunaan pendekatan
prosedur tidak baku
mengendalikan variabel-variabel lain
memakan waktu
mengontorol variabel lain
sulit mereduksi data
Reifikasi
reliabilitas
Obtrusiveness
prosedur tidak baku
Validitas
sulit meneliti populasi besar



B.        KARAKTERISTIK PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF

a.                  Desain

a.1.      Desain Penelitian Kualitatif (flexible design)
Melihat sifatnya, pendekatan kualitatif desainnya bersifat umum, dan berubah-ubah / berkembang sesuai dengan situasi di lapangan. Desain hanya digunakan sebagai asumsi untuk melakukan penelitan, oleh karena itu desain harus bersifat fleksibel dan terbuka. Peranan peneliti sangat dominan dalam menentukan keberhasilan penelitian sedang desain sifatnya hanya membantu mengarahkan proses penelitian agar berjalan dengan sistematis.
Lain halnya dengan desain penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif, desainnya harus terstruktur, baku, formal dan dirancang sematang mungkin sebelumnya. Desainnya bersifat spesifik dan detil karena desain merupakan suatu rancangan penelitian yang akan dilaksanakan sebenarnya. Oleh karena itu, jika desainnya salah, hasilnya akan menyesatkan. Peranan desain sangat dominan bukan peneliti karena jika desain sudah dirancang dengan baik, maka penelitiannya akan dapat dilakukan oleh orang lain.

Empat belas Prinsip berkait dengan Desain Penelitian Kualitatif :
1. Desain penelitian kualitatif pada umumnya merupakan desain penelitian yang tidak terinci, fleksibel, timbul dan berkembang sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di lapangan. Hal-hal yang memungkinkan desain penelitian berubah biasanya termasuk: tujuan, subyek, sampel penelitian jika ada, dan sumber data.

2. Lebih bersifat restrospektif yaitu, desain penelitian diketahui secara pasti setelah penelitian selesai. Walaupun misalnya para peneliti mendesain penelitian dibantu dosen pembimbing, hasil penelitian masih bersifata sementara atau adhoc dan masih mungkin berubah sesuai dengan kondisi di lapangan.

3. Desain biasanya tidak mengemukan hipoteses yang perlu di tes, tetapi lebih berupa fokus penelitian yang penekannya sebagai guide atau petunjuk dalam mencari atau mengumpulkan data.

4. Hasil penelitian lebih bersifat terbuka dan tidak membatasi phenomena ke dalam variabel seperti dalam penelitian kuantitatif positivist.

5. Desain penelitian lebih fleksibel dengan langkah-langkah yang tidak dapat dipastikan, disamping juga hasil penelitian tidak dapat diprediksi atau diramalkan.

6. Peneliti melakukan analisis data sejak awal penelitian, bersamaan dengan proses pengumpulan data, bersifat terbuka, open endded dan dilakukan secara induktif.

7. Penggunaan populasi posisinya tidak terlalu perlu. Sampling dapat ditafsirkan sebagai pilihan peneliti terhadap beberapa faktor terkait termasuk: aspek apa dari peritiwa apa, dan siapa ataua apa yang dijadikan fokus dalam penelitian.

8. Sampling lebih cederung menggunakan prinsip non probability sampling (Kerlinger: 1986), yang didalamnya dibedakan menjadi empat macam yaitu a) purposive, b) accidental, c) quota dan d) snow-ball sampling. Penelitian ini disebut sebgai non probabilitas karena lebih banyak tergantung dari pada pilihan peneliti dan juga tujuan penelitian.

9. Instrumen penelitian kualitatif pada umumnya lebih bersifat internal dan subyektif, yang direfleksikan dengan “peneliti sebagai instrumen”. Disamping itu, instrumen penelitian kualitatif mendasarkan pada aspek-aspek seperti berikut termasuk: bersifat khusus, dan berulangkali terjadi, yang berupa paradigma atau thema yang memberikan petunjuk ke arah pembentukan teori.

10. Analisis data lebih bersifat terbuka terhadap perubahan, perbaikan dan penyempurnaan atas dasar data baru yang masuk atau diterima peneliti.

11. Hipoteses tidak dapat dirumuskan pada awal penelitian, karena pada penelitian kualitatif tidak dimaksudkan untuk menguji kebenaran. Hipoteses atau jawaban sementara dalam penelitian kualitatif muncul sepanjang proses penelitian sebagai pedoman dalam menafsirkan dan memaknai data.

12. Statistik tidak terlalu diperlukan dalam pengolahan data dan penafsiran data. Dalam penelitian kualitatif, menganalisis data berarti mencoba memahami makna data secara Verstehin dengan lebih mengutamakan makna yang berasal dari phenomena yang saling berkaitan satu sama lain.

13. Lama penelitian tidak dapat ditentukan sebelumya oleh si peneliti. Pada hakekatnya penelitian kualitatif dapat terus berlangsung sampai pada suatu saat peneliti sudah tidak memperoleh data baru atau telah terjadi pengulangan phenomena, berarti penelitian baru dapat diperbolehkan berhenti.

14. Dalam penelitian kualitatif-naturalistik selalu terjadi kemungkinan peneliti menemukan hal baru (invention) disamping juga penemuan kembali hal-hal tertentu yang sebenarnya dahulu sudah ada atau discovery.


a.2.      Desain Penetian Kuantitatif (fixed design)
Desain spesifik, jelas, rinci, dan ditentukan sejak awal.
Berbeda dengan penelitian kualitatif yang bersifat fleksibel, maka dalam penelitian kuantitatif desain penelitiannya telah sejak awal dirancang secara lebih spesifik, memiliki kejelasan arah, dan telah terinci secara jelas sejak awal peneliti hendak melakukan penelitian. Kejelasan tersebut mencangkup desain, subjek, variabel, data, dan teknik analisis yang akan digunakan. Selain itu peneliti akan terikat kuat dengan desain yang telah diajukannya sebab desain tersebut akan digunakannya sebagai pegangan dalam melaksanakan penelitian.
Pada dasarnya perbedaan antara desain penelitian kualitatif dan kuantitatif adalah pada keleluasaan peneliti dalam menjalankan rancangan penelitiannya, jika pada penelitiankualitatif peneliti memiliki kebebasan dalam menentukan langkah dalam proses penelitiannya(tak terikat oleh rencana awal) maka pada penelitian kuantitatif yang terjadi adalahsebaliknya, peneliti harus mengikuti seluruh rancangan yang sejak awal telah dibuat.
Penelitian kuantitatif juga pada umumnya ingin mencari tahu hubungan 2 variabel atau lebih yang telah dijelaskan terlebih dahulu hakikatnya menurut teori yang dijadikanlandasan, sedangkan penelitian kualitatif lebih kepada mencari penjelasan atas suatu hal yangbelum dijelaskan secara eksplisit dalam teori manapun, sehingga peneliti tak menjadikanteori manapun sebagai landasan baku penelitiannya.
Selain pada hal-hal tersebut pada dasarnya desain penelitian kualitatif dan kuantitaif cenderung sama dalam hal strukturnya, namun secara teknis pelaksanaan terdapat beberapaperbedaan terutama dalam hal metode penelitiannya.

KARAKTERISTIK METODE KUANTITATIF DAN KUALITATIF

No
Metode Kuantitatif

Metode Kualitatif
1.
A. Desain
a.         Spesifik, jelas, rinci
b.         Ditentukan secara mantap sejak awal
c.         Menjadi pegangan langkah demi langkah

a.       Umum
b.      Fleksibel
c.       Berkembang danmuncul dalam proses penelitian
2.
B. Tujuan
a.         Menunjukkan hubungan antar variabel
b.         Menguji Teori
c.         Mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif

a.         Menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif
b.         Menemukan Teori
c.         Menggambarkan realitas yang kompleks
d.        Memperoleh pemahaman makna

3.
C. Teknik Pengumpulan Data
a.         Kuesioner
b.         Observasi dan wawancara tersruktur



a.         Participant observation
b.         In depth interview
c.         Dokumentasi
d.        Tringulasi
4.
D. Instrumen Penelitian
a.         Test, angket, wawancara tersruktur
b.         Instrumen yang telah terstandar



a.         Peneliti sebagai instrumen
b.         Buku catatan, tape recorder, camera, handcam dan lain-lain
5.
E. Data
a.         Kuantitatif
b.         Hasil pengukuran variabel yang dioperasionalkan dengan menggunakan instrumen

a.         Deskriptif kualitatif
b.         Dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan dan tindakan responden, dokumen dan lain-lain
6.
F. Sampel
a.          Besar
b.          Representatif
c.          Sedapat mungkin random
d.         Ditemukan sejak awal

a.         Kecil
b.         Tidak Representatif
c.         Purposive.snowball
d.        Berkembang selama proses penelitian
7.
G. Analisis
a.         Setelah slesai pengumpulan data
b.         Deduktif
c.         Menggunakan statistik untuk menguji hipotesis

a.         Terus menerus sejak awal sampai akhir penelitian
b.         Induktif
c.         Mencari pola, model, thema, teori
8.
H. Hubungan dengan Responden
a.         Dibuat berjarak, bahkan sering tanpa kontak supaya objektif
b.         Kedududkan peneliti lebih tinggi dari responden
c.         Jangka pendek sampai hipotesis dapat dibuktikan

a.         Empati, akrab supaya memperoleh pemahaman yang mendalam
b.         Kedudukan sama bahkan sebagai guru, konsultan
c.         Jangka lama, sampai datanya penuh, dapat ditemukan hipotesis atau teori
9.
I. Usulan Desain
a.         Luas dan rinci
b.         Literarur yang berhubungan dengan masalah, dan variabel yang diteliti
c.         Prosedur yang spesifik dan rinci langkah-langkanya
d.        Masalah dirumuskan dengan spesifik dan jelas
e.         Hipotesis dirumuskan dengan jelas
f.          Ditulis secara rinci dan jelas sebelum terjun ke lapangan

a.         Singkat, umum bersifat sementara
b.         Literatur yangdigunakan bersifat sementara, tidak menjadi pegangan utama
c.         Prosedur bersifat umum, seperti akan merencanakan tour atau piknik
d.        Masalah bersifat sementara dan akan ditemukan setelah studi pendahuluan
e.         Tidak dirumuskan hipotesis, karena justru akan menemukan hipotesis
f.          Fokus penelitian ditetapkan setelah diperoleh data awal dari lapangan
10.
J. Kapan penelitian dianggap selesai?
Setelah semua kegiatan yang direncanakan dapat terselesaikan

Setelah tidak ada data yang dianggap baru atau jenuh
11.
K. Kepercayaan terhadap hasil penelitian
Pengujian validitas dan realiabilitas instrumen

Pengujian kredibilitas, depenabilitas, proses dan hasil penelitian



b.         Tujuan

b.1.      Tujuan Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif bertujuan untuk melakukan penafsiran terhadap fenomena sosial. Metodologi penelitian yang dipakai adalah multi metodologi, sehingga sebenarnya tidak ada metodologi yang khusus. Para periset kualitatif dapat menggunakan semiotika, narasi, isi, diskursus, arsip, analisis fonemik, bahkan statistik. Di sisi yang lain, para periset kualitatif juga menggunakan pendekatan, metode dan teknik-teknik etnometodologi, fenemologi, hermeneutic, feminisme, rhizomatik, dekonstruksionisme, etnografi, wawancara, psikoanalisis, studi budaya, penelitian survai, dan pengamatan melibat (participant observation) (Agus Salim, 2006). Dengan demikian, tidak ada metode atau praktik tertentu yang dianggap unggul, dan tidak ada teknik yang serta merta dapat disingkirkan. Kalau dibandingkan dengan metodologi penelitian yang dikemukakan oleh Feyerabend (dalam Chalmers, 1982) mungkin akan mendekati ketepatan, karena menurutnya metodologi apa saja boleh dipakai asal dapat mencapai tujuan yang dikehendaki.

b.2.      Tujuan Penelitian Kuantitatif
Tujuan Penelitian Kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan hipotesis yang dikaitkan denganfenomena alam. Penelitian kuantitatif banyak digunakan untuk menguji suatu teori, untuk menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik, untuk menunjukkan hubungan antarvariabel, dan ada pula yang bersifat mengembangkan konsep, mengembangkan pemahaman atau mendeskripsikan banyak hal, baik itu dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu social.


c.                   Teknik Pengumpulan Data

c.1.      Teknik Pengumpulan Data Kualitatif
Teknik pegumpulan data kualitatif dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya; Catatan Lapangan (Fieldnotes), Observasi partisipan (Participant Observations), Wawancara (Dept Interview), Dokumentasi. Selain teknik atau cara tersebut, dalam penelitian kualitatif juga dapat menggunakan kuesioner untuk pengumpulan datanya, namun kuesioner tersebut hanya dijadikan sebagai pelengkap data jika dibutuhkan dan bukan merupakan sumber data asli yang dijadikan pijakan analisis.

 
1.        Catatan lapangan atau Fieldnotes adalah kegiatan yang mencatat apa saja yang dilihat, didengar, dirasakan, difikirkan dan dipelajari dari obyek penelitian  yang selanjutnya peneliti menyusunnya secara sistematis. Karena keberhasilan suatu penelitian tergantung pada bagaimana rincian, ketepatan, dan luasnya catatan lapangan. (Bogdan dan Biklen, 1982)
 
2.         Observasi
Macam-macam observasi: (Sanafiah Faisal: 1990)
·                     Observasi Partisipatif, yang terbagi menjadi: Observasi yang Pasif, Observasi yang Moderat, Observasi yang Aktif, dan Observasi yang Lengkap.
·                     Observasi Terus Terang dan Tersamar
·                     Observasi Tak Terstruktur

2.1. Observasi Partisipatif
·                     Peneliti mengamati apa yang dikerjakan orang, mendengarkan apa yang diucapkan dan berpartisipasi dalam aktivitas yang diteliti (Susan Stainback:1998)
·                     Klasifikasi (Sanafiah Faisal:1990)
·                     Partisipasi Pasif : Peneliti mengamati tapi tidak terlibat dalam kegiatan tersebut.
·                     Partisipasi Moderat :Peneliti ikut observasi partisipatif pada beberapa beberapa kegiatan saja, tidak semua kegiatan.
·                     Partisipasi Aktif : Peneliti ikut melakukan apa yang dilakukan narasumber, tapi belum sepenuhnya lengkap
·                     Partisipasi Lengkap : Peneliti terlibat sepenuhnya dalam kegiatan narasumber

2.2. Observasi Terus Terang atau Tersamar
·                     Peneliti berterus terang kepada narasumber bahwa ia sedang melakukan penelitian.
·                     Suatu saat peneliti melakukan tidak berterus terang agar dapat mengetahui informasi yang dirahasiakan narasumber.

2.3. Observasi tak Berstruktur
·                     Dilakukan dengan tidak Berstruktur karena fokus penelitian belum jelas
·                     Apabila masalah sudah jelas, maka dapat dilakukan secara berstruktur dengan menggunakan pedoman observasi

Manfaat Observasi
Menurut Nasution (1988)
·                     Peneliti akan mampu memahami konteks data secara menyeluruh.
·                     Peneliti akan memperoleh pengalaman langsung.
·                     Peneliti dapat melihat hal-hal yang kurang diamati oleh orang lain.
·                     Peneliti dapat menemukan hal-hal yang tidak terungkap saat wawancara.
·                     Peneliti dapat mengungkapkan hal-hal yang ada di luar persepsi responden.
·                     Peneliti dapat memperoleh kesan-kesan pribadi terhadap obyek yang diteliti.

Obyek observasi
1.                  Space : Ruang dalam aspek fisiknya
2.                  Actor : Orang yang terlibat dalam situasi sosial
3.                  Activity : Seperangkat kegiatan yang dilakukan orang
4.                  Object : Benda-benda yang terdapat di tempat itu
5.                  Act : Perbuatan / Tindakan tertentu
6.                  Event : Rangkaian aktivitas yang dikerjakan orang-orang
7.                  Time : Urutan Kegiatan
8.                  Goal : Tujuan yang ingin dicapai
9.                  Feeling : Emosi yang dirasakan dan diekspresikan orang-orang


Tahapan Observasi
Observasi Deskriptif : 
1.                  Peneliti belum menemukan masalah yang diteliti secara jelas
2.                  Peneliti melakukan penjelajahan umum dengan melakukan deskripsi semua yang dilihat, semua yang didengar, dll.
3.                  Observasi Terfokus
4.                  Observasi dipersempit pada aspek tertentu
5.                  Observasi Terseleks
6.                  Peneliti telah menguraikan fokus yang ditemukan, sehingga diperoleh data yang lebih rinci, peneliti telah menemukan karakteristik, perbedaan dan persamaan antar kategori

 
3.        Wawancara atau Dept Interview menuntut peneliti untuk menjadi pembicara yang akrab pada sumber data (Informan), karena dengan demikian akan memungkinkan peneliti untukmenggali informasi secara luas berkaitan dengan penelitiannya. Wawancara dapat dilakukan secara formal dengan menggunakan pedoman wawancara (Guide) atau nonformal (Bebas tanpa pedoman).

Macam-macam Wawancara
1.                  Wawancara Terstruktur
2.                  Bila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh.
3.                  Peneliti sudah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis dan alternatif jawaban.
4.                  Wawancara Semi Terstruktur
5.                  Dilaksanakan lebih bebas dibandingkan dengan wawancara terstruktur.
6.                  Bertujuan untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka.
7.                  Wawancara tak berstruktur
8.                  Dilakukan secara bebas, peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara secara sistematis.
9.                  Pedoman yang digunakan hanya garis-garis besar permasalahan.
10.              Peneliti belum mengetahui secara pasti apa yang akan diperoleh, sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan

Langkah-langkah Wawancara
1.                  Menurut Lincoln & Guba, ada 7 langkah :
2.                  Menetapkan kepada siapa wawancara akan dilakukan.
3.                  Menyiapkan pokok-pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan.
4.                  Mengawali atau membuka wawancara.
5.                  Melangsungkan alur wawancara.
6.                  Mengonfirmasikan ikhtisar hasil wawancara dan mengakhirinya.
7.                  Menuliskan hasil wawancara.
8.                  Identifikasi tindak lanjut hasil wawancara.


Jenis-jenis Pertanyaan dalam Wawancara
·                     Pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman.
·                     Pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat.
·                     Pertanyaan yang berkaitan dengan perasaan.
·                     Pertanyaan tentang pengetahuan.
·                     Pertanyaan yang berkenaan dengan indera.

Hal-hal yang Berkenaan dengan Wawancara
·                     Alat-alat wawancara :
·                     Buku Catatan
·                     Tape Recorder
·                     Camera
·                     Mencatat Hasil Wawancara
·                     Hasil wawancara harus dicatat.
·                     Untuk wawancara yang dilakukan secara. terbuka & tidak berstruktur, peneliti perlu rangkuman yang lebih sistematis.

 
4.        Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen dapat berupa gambar, tulisan, atau karya monumental. Pengambilan data dengan teknik dokumentasi disebut dengan studi dokumen. Artinya, peneliti mempelajari berbagai sumber dokumen yang berkaitan dengan pokok penelitian sebagai pelengkap hasil observasi dan wawancara. Alasannya, hasil penelitian dari observasi atau wawancara akan lebih kredibel/ dapat dipercaya jika didukung oleh sejarah masa kecil, di sekolah, di tempat kerja, di masyarakat, dan autobiografi.

c.2.      Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif
Teknik pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan teknik statistik dengan cara tes atau kuesioner (angket). Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara menyajikan berbagai pertanyaan tertulis pada responden atau obyek penelitian untuk dijawab sebagai fakta dalam penelitian. Setelah itu peneliti membuat skor dari hasil jawaban yang telah diperoleh untuk dilanjutkan pada analisa data.
Instrument atau daftar pertanyaan yang diberikan pada responden merupakan hasil pengembangan dari variabel-variabel penelitian. Oleh karena itu, berbagai pertanyaan yang diberikan harus mengarah pada inti masalah yang dikaji dalam penelitian tersebut, karena satu instrumen salah akan menjadikan data tidak valid dan berakibat pada kekacauan dalam analisis serta penarikan kesimpulan. 
Wawancara (interview) serta observasi pada dasarnya dapat digunakan dalam penelitian ini tetapi tidak merupakan hal yang wajib. Artinya dalam pendekatan kuantitatif prosedur pengambilan data melalui teknik tersebut hanya dilakukan sebagai pelengkap data. Artinya, bila harus dilakukan wawancara harus dengan menggunakan Guide atau pedoman wawancara agar bahasan tidak melebar pada masalah yang lebih dalam. Jadi, inti teknik pengambilan data kuantitaif hanya pada tes atau kuesioner.


d.                  Instrumen Peneliti
Ada dua hal yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian, baik itu penelitian kualitatif maupun kuantitatif. Dua hal itu adalah: 1) kualitas instrumen penelitian dan 2) kualitas pengumpulan data.

d.1.      Instrumen Penelitian Kualitatif
Yang mempengaruhi pada penelitian kualitatif adalah:
·                     Instrumen penelitian: peneliti itu sendiri
·                     Instrumen penelitian pada penelitian kualitatif
Pada penelitian kualitatif, instrumen penelitian adalah: peneliti itu sendiri sehingga validasi dilakukan oleh peneliti sendiri dengan memperhatikan hal-hal diantaranya: a) Pemahaman peneliti terhadap metode penelitian kualitatif. b) Penguasaan wawasan peneliti terhadap bidang yang diteliti, dan c) Kesiapan peneliti untuk memasuki obyek penelitian secara akademik maupun logistic.
Instrumen penelitian pada penelitian kualitatif :
·                     Pada penelitian kualitatif, permasalahan di awal penelitian belum jelas dan pasti, maka instrumen yang paling tepat adalah peneliti itu sendiri.
·                     Setelah masalah sudah mulai jelas, maka dapat dikembangkan sebagai instrumen yang sederhana yang diharapkan dapat melengkapi data dan membandingkan dengan data yang ditemukan melalui observasi dan wawancara.

d.2.      Instrumen Penelitian Kuantitatif
Adapun yang mempengaruhi pada penelitian kuantitatif adalah: (a) Kualitas instrumen: berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan (b) Kualitas pengumpulan data: berkenaan dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data.


e.                   Data

e.1.      Data Kualitatif
            Jika Paradigma Kualitatif merupakan ’cara pandang’ yang menekankan pada ciri-ciri, sifat dan ’mutu’ suatu obyek (subyek), maka Data (yang bersifat) Kualitatif merupakan data yang dihasilkan dari cara pandang yang menekankan pada ciri-ciri, sifat dan ’mutu’ obyek (subyek) yang bersangkutan. Berbeda dari data kuantitatif yang bersifat numerik, data kualitatif bersifat non-numerik (kata-kata deskriptif), seperti cantik, tampan, gagap, tampak kurang berpendidikan, reponsif, bagus sekali, lincah, mewakili anak muda zaman sekarang, dan lain-lain.
a.                   Deskriptif Kualitatif
1.                  Mengumpulkan informasi secara aktual dan terperinci
2.         Mengidentifikasikan masalah
3.         Membuat perbandingan atau evaluasi
4.         Menentukan apa yang dilakukan orang lain dalam menghadapi masalah yang sama dan belajar dari pengalaman mereka untuk menetapkan rencana dan keputusan pada waktu yang akan datang.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan ini diarahkan pada latar belakang dan individu tersebut secara holistik (utuh). Jadi, dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu atau organisasi ke dalam variabel atau hipotesis, tetapi perlu
memandangnya sebagai bagian dari suatu keutuhan (Moeloeng, 1998: 3). Adapun sifat
dari penelitian ini adalah deskriptif. Metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur
pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan/melukiskan keadaan
subyek/ obyek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat dan lain-lain) pada saat
sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Data yang
dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Data tersebut mungkin
berasal dari naskah wawancara, catatan-lapangan, foto, video tape, dokumen pribadi,
catatan atau memo, dan dokumen resmi lainnya (Moeloeng, 1998: 6).
b.         Dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan dan tindakan responden, dokumen dan lain-lain

e.2.      Data Kuantitatif
Teknik analisis data kuantitatif tidak cocok untuk setiap macam data, ada 4 tipe data yakni: nominal, ordinal, interval, dan rasio:
1.                  Data Nominal
Tipe data nominal adalah mendeskripsikan kategori dan tidak memiliki nilai numerik yang aktual.  Sebagai contoh, sebuah kuisioner mungkin bertanya tentang jenis kelamin dari responden (pilih 1 untuk laki-laki, pilih 2 untuk perempuan). 
Respon dikategorikan dengan menggunakan angka, namun tidak berarti bisa digunakan untuk melakukan operasi aritmatik (misal: berapakah rata-rata jenis kielamin?). 

Tidak ada nilai numerik atau urutan dari angka yang digunakan ( pilih 1 untuk laki-laki, pilih 2 untuk perempuan akan bernilai sama dengan pilih 10 untuk laki-laki dan pilih 11 untuk perempuan). 
Analisis yang paling memungkinkan untuk data tipe ini adalah frekwensi, berapa banyak responden yang berjenis kelamin laki-laki dan berapa banyak responden yang berjenis kelamin perempuan. Tipe data ini sering kali disebut dengan data kategori.

2.                  Data Ordinal
Dengan data ordnial, angka dialokasikan untuk skala kuantitatif. Sebagai contoh, mahasiswa bisa dibei ranking berdasarkan hasil ujiannya, contohnya: 1,2,3, .. 10. 
Tidak seperti data nominal, ada urutan dari angka yang digunakan yang memungkinkan operasi aritmatik. Kita bisa menyatakan bahwa ada mahasiswa yang lebih baik dari mahasiswa yang lainnya. Bagaimanapun, operasi aritmatik yang bisa dilakukan terbatas.  Kita tidak bisa mengetahui berapa lebih baiknya mahasiswa yang rangking 1 dengan yang rangking 2, atau rangking 10 dan seterusnya. 
Penggunaan dari data ordinal biasanya untuk menjawab pertanyaan yang menggunakan skala Likert, dimana nomer digunakan untuk membuat jarak dari respon. Sebagai contoh, respon "Sangat tidak setuju", "Tidak setuju", "ragu-ragu", "Setuju", "Sangat setuju" bisa diwakili dengan angka 1,2,3,4, dan 5.

Berdasarkan contoh diatas dapat dilihat urutan dari angka untuk setiap respon, 5 berarti tingkatannya sangat setuju lebih tinggi dari 4 setuju. Namun kita tidak bisa mengetahui berapa banyak tingkat kesetujuan dari responden. Untuk data ordinal, kategori dirangking, namun kita tidak tahu perbedaan atau interval, antara masing-masing rangking, data ini seringkali disebut dengan data rangking.

3.                  Data Interval
Data interval seperti data ordinal, namun pengukuran dibuat berdasarkan skala kuantitatif, dimana perbedaan atau interval antara satu respon dengan respon lainnya diskalakan secara konsisten dengan ukuran yang sama secara proporsional. Peneliti bisa menyatakan perbedaan antara dua data secara tepat.. Sebagai contoh perbedaan atau interval antara tahun 2004 dengan 2011 adalah sama antara interval 1994 dengan 2001. 
Untuk data ini penambahan dan pengurangan bisa digunakan (tapi tidak bisa memanfaatkan perkalian atau pembagian)

4.                  Data Rasio
Data rasio seperti data interval, namun ada nilai yang benar-benar nol untuk skala pengukuran yang digunakan.  Sebagai contoh: Umur orang, jumlah turn over dalam perusahaan, jumlah pegawai perempuan.  Umur seseorang bisa 0, begitu juga jumlah pegawai yang turn over, dan seterusnya. 
Pada data interval, contohnya tahun dalam kalendar tidak ada tahun 0, dimana tidak ada sejarah. Dengan data rasio karena ada angka 0, maka kita tidak hanya bisa mengetahui bahwa 4 dan 2 memiliki interval yang sama dengan 6 dan 4, namun juga mengetahui bahwa 4 adalah 2x2, dan 6 adalah 2x3. 
Karena ada angka 0 maka dalam tipe data ini bisa digunakan operasi penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.

Kategori data lainnya
Ada 2 kategori data yang mungkin nanti digunakan yakni data diskrit dan kontinius
·                     Data diskrit: setiap pengukuran mengarah pada bilangan bulat, bukan bilangan pecahan sebagai contoh "jumlah anak" akan menuju pada respon bilangan bulat 1,2 atau 3 dan seterusnya, tidak ada yang akan menjawab jumlah anak=0,75 
·                     Data kontinius: pengukuran digunakan agar lebih akurat, misal umur bisa diukur berdasarkan tahun, bulan, hari, jam, menit, detik, milisekon dan bahkan unit yang lebih kecil. Jika data kontinius, peneliti perlu memutuskan tingkat akurasi yang dibutuhkan. "Umur dalam tahun".



f.                   Sampel

f.1.       Sampel Penelitian Kualitatif
Strategi penentuan sampel yang bersifat purposif dinyatakan dalam proposal, walaupun strategi ini akan dikembangkan lebih lanjut dalam pelaksanaan penelitian di lapangan. Tujuan dan pengambilan sampel secara purposif adalah untuk memperoleh sampel kecil dari individu-individu yang kaya akan informnasi, proses, atau wawasan sosial. Dalam pemilihan sampel juga dijelaskan bagaimana memelihara nama baik subyek yang diteliti, menjaga kerahasiaan data dan individu-individu yang akan dijadikan sebagai sumber data.

f.2.       Sampel Penelitian Kuantitatif
Terdapat beberapa jenis desain sampling dalam penelitian kuantitatif. Jenis pertama desain sampling adalah probality sampling. Jenis sampling ini ada beberapa, yaitu (1) acak sederhana (sampling random sampling), yaitu acak jenis ini adalah acak yang paling dikenal oleh banyak orang dalam pencarian sampel, (2) rancangan acak berstrata (stratified random sampling) yaitu apabila populasi terdiri dari sejumlah sub-kelompok atau lapisan yang mungjin memiliki ciri yang berbeda acapkali diperlukan suatu bentuk penarikan sampel yang disebut penarikan berlapis, (3) rancangan klaster (claster sampling), yaitu mendaftar semua anggota populasi sasaran dan kemudian memilih sampel diantaranya, dan (4) rancangan sistematis (systematic sampling), yaitu penarikan sampel dengan cara mengambil setiap kasus yang kesekian dari daftar populasi.

g.         Analisis

g.1.      Analisis Data Kualitatif
Analisis data kualitatif mempunyai dua model, diantaranya; penelitian kualitatif Etnographic (Model Spradley), dan penelitian kualitatif Grounded (Model Miles dan Huberman). Masing- masing tekniknya seperti di bawah ini: 

1.                  Etnographic (Model Spradley)
1.1.            Analisis Domain (Domain Analysis). Merupakan proses untuk menemukan bagian-bagian, unsur-unsur, atau domain pengelompokan makna budaya yang terkandung dalam kategori yang lebih kecil.

1.2.            Analisis Taksonomi (Taxonomic Analysis). Menyoroti pusat perhatian dengan satu langkah lebih dalam untuk mengungkap hubungan antaraunsur-unsur dari setiap domain.

1.3.            Analisis Komponensial (Componential Analysis). Mencari kontras, memilah-milah, mengelompokkan, dan memasukkan semua informasi yang diperoleh ke dalam peta informasi.

1.4.            Analisis Tema Kultura. Kegiatan menganalisis data yang dimulai dari analisis domain, taksonomi dan komponensial untuk memperoleh pemahaman lebih lauas terhadap domain yang dipilih dalam situasisosial yang diteliti. 

2.                  Grounded (Model Miles dan Huberman)
2.1.            Reduksi Data (Reduction). Merangkum, memilih hal yang pokok, fokus pada hal penting, dicari tema dan polanya. Dalam reduksi ini memungkinkan peneliti untuk membuang dan memasukkan data yang dianggap perlu. Dengan demikian data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data berikutnya.

2.2.            Penyajian Data (Display). Menyajikan data atau narasi data secara sederhana dalam bentuk kata-kata, dapat dilakukan dengan membentuk tabel, grafik, dan sejenisnya. Melalui penyajian data tersebut, maka data akan terorganisir dan tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan semakin mudah dipahami. 

2.3.            Verifikasi dan Simpulan (Verification and Conclussion). Dalam tahap pengumpulan data sebelumnya, peneliti sudah membuat simpulan-simpulan sementara. Pada tahap verifikasi ini, peneliti mengecek hasil simpulan-simpulan tersebut untuk dijadikan sebuah kesimpulan pasti dari hasil penelitiannya.

3.                  Biografi
Langkah-langkah analisis data pada studi biografi, yaitu:
b.                  Mengorganisir file pengalaman objektif tentang hidup responden seperti tahap perjalanan hidup dan pengalaman. Tahap tersebut berupa tahap kanak-kanak, remaja, dewasa dan lansia yang ditulis secara kronologis atau seperti pengalaman pendidikan, pernikahan, dan pekerjaan.
b.         Membaca keseluruhan kisah kemudian direduksi dan diberi kode.
c.         Kisah yang didapatkan kemudian diatur secara kronologis.
d.         Selanjutnya peneliti mengidentifikasi dan mengkaji makna kisah yang dipaparkan, serta mencari epipani dari kisah tersebut. 
e.         Peneliti juga melihat struktur untuk menjelaskan makna, seperti interaksi sosial didalam sebuah kelompok, budaya, ideologi, dan konteks sejarah, kemudian memberi interpretasi pada pengalaman hidup individu.
f.          Kemudian, riwayat hidup responden di tulis dengan berbentuk narasi yang berfokus pada proses dalam hidup individu, teori yang berhubungan dengan pengalaman hidupnya dan keunikan hidup individu tersebut.

4.         Fenomenologi
Langkah-langkah analisis data pada studi fenomenologi, yaitu:
a. Peneliti memulai mengorganisasikan semua data atau gambaran menyeluruh tentang fenomena pengalaman yang telah dikumpulkan.
b. Membaca data secara keseluruhan dan membuat catatan pinggir mengenai data yang dianggap penting kemudian melakukan pengkodean data.
c. Menemukan dan mengelompokkan makna pernyataan yang dirasakan oleh responden dengan melakukan horizonaliting yaitu setiap pernyataan pada awalnya diperlakukan memiliki nilai yang sama. Selanjutnya, pernyataan yang tidak relevan dengan topik dan pertanyaan maupun pernyataan yang bersifat repetitif atau tumpang tindih dihilangkan, sehingga yang tersisa hanya horizons (arti tekstural dan unsur pembentuk atau penyusun dari phenomenon yang tidak mengalami penyimpangan).
d. Pernyataan tersebut kemudian di kumpulkan ke dalam unit makna lalu ditulis gambaran tentang bagaimana pengalaman tersebut terjadi.
e. Selanjutnya peneliti mengembangkan uraian secara keseluruhan dari fenomena tersebut sehingga menemukan esensi dari fenomena tersebut. Kemudian mengembangkan textural description (mengenai fenomena yang terjadi pada responden) dan structural description (yang menjelaskan bagaimana fenomena itu terjadi).
f. Peneliti kemudian memberikan penjelasan secara naratif mengenai esensi dari fenomena yang diteliti dan mendapatkan makna pengalaman responden mengenai fenomena tersebut.
g. Membuat laporan pengalaman setiap partisipan. Setelah itu, gabungan dari gambaran tersebut ditulis.

5.                  Studi kasus
Langkah-langkah analisis data pada studi kasus, yaitu:
a. Mengorganisir informasi.
b. Membaca keseluruhan informasi dan memberi kode.
c. Membuat suatu uraian terperinci mengenai kasus dan konteksnya.
d. Peneliti menetapkan pola dan mencari hubungan antara beberapa kategori.
e. Selanjutnya peneliti melakukan interpretasi dan mengembangkan  generalisasi natural dari kasus baik untuk peneliti maupun untuk penerapannya pada kasus yang lain.
f. Menyajikan secara naratif.

g.2.      Analisis Data Kuantitatif
Analisis data kuantitatif adalah bagian dari kegiatan penelitian yang dilakukan setelah data dari seluruh responden yang dilakukan melalui kuesioner terkumpul. Adapun metode analisa data kuantitatif dibagi menjadi dua, yakni statistik deskriptif dan statistik inferensial. 

1.                  Statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis data dengan cara menggambarkan kondisi obyek penelitian sebagaimana aslinya tanpa memberikan kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Model ini digunakan pada penelitian populasi tanpa pengambilan sampel. Misalnya, untuk meneliti minat siswa pada pelajaran IPA kelas 8 SMP NUSA BANGSA dengan jumlah 30 siswa/i. Setelah dilakukan tes atau kuesioner, hasil analisisnya menunjukkan 90% siswa/i kurang meminati pelajaran IPA tersebut. Hasil dari 90% siswa/i yang kurang minat pada pelajaran IPA hanya berlaku pada kelas 8 SMP NUSA BANGSA dan tidak berlaku pada penarikan kesimpulan pada siswa/i lain diluar kelas 8 SMP NUSA BANGSA.  Termasuk contoh lain statistik deskriptif adalah penyajian data melalui Tabel, Grafik, Diagram, dll.

2.         Statistik inferensial seringkali disebut dengan statistik induktif atau statistik propabilitas. Teknik statistik ini dilakukan untuk menganalisis data dan hasil dari kesimpulan tersebut diberlakukan pada populasi. Karena bersifat propabiliyt, maka pemberlakuan kesimpulan pada populasi tersebut mempunyai peluang kesalahan dan kebenaran (kepercayaan) dan dinyatakan dalam bentuk prosentase. Bila peluang kesalahan 5% maka taraf kepercayaan 95%, dan bila peluang kesalahan 1%maka taraf kepercayaan 99%. Inilah yang dimaksud signifikansi dalam statistik inferensial yang dapat diperoleh dari tabel signifikansi yang sudah ada sesuai dengan teknik analisis yang digunakan. Teknik analisis untuk menguji korelasi atau hubungan antar variabel menggunakan Product Moment Correlation, Partial Correlation, Multiple Correlations, dll. Sedangkan  untuk menguji perbedaan antar variabel menggunakan t-tes, Anova, dll.

Statistik inferensial dibagi menjadi dua macam, yakni parametris dan nonparametris. Perbedaannya adalah, parametris digunakan untuk menguji parameter populasi, sedangkan nonparametris digunakan untuk menguji distribusi. Penggunaan statistik parametris dan nonparametris tergantung pada asumsi dan jenis data yang akan dianalisis. Statistik parametris biasanya digunakan untuk data interval atau rasio, sedangkan statistik nonparametris digunakan untuk analisis data nominal dan ordinal. 


h.         Hubungan dengan Responden

h.1.      Hubungan dengan Responden Kualitatif
1. Empati, akrab, supaya memperoleh pemahaman yang mendalam
2. Kedudukan sama bahkan sebagai guru, konsultan
3. Janka lama, sampai datanya jenuh, dapat ditemukan hipotesis atau teori
h.2.      Hubungan dengan Responden Kuantitatif
1. Dibuat berjarak, bahkan sering tanpa kontak supaya obyektif
2. Kedudukan peneliti lebih tinggi dari responden
3. Jangka pendek sampai hipotesis dapat dibuktikan
i.                    Kapan Peneliti dianggap Selesai
i.1.       Kapan Peneliti Kualitatif dianggap Selesai
            Setelah tidak ada data yang dianggap baru/jenuh.
i.2.       Kapan Peneliti Kuantitatif dianggap Selesai
            Setelah semua kegiatan yang direncanakan dapat diselesaikan.


C.                PENGGUNAAN METODE KUANTITATIF DAN KUALITATIF

1.                  Penggunaan Metode Kuantitatif
Metode kuantitatif digunakan apabila :
a.                  Bila masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas. Masalah adalah merupakan penyimpangan antara yang seharusnya dengan yang terjadi, antara aturan dengan pelaksanaannya, antara teori dengan  praktek, antara rencana dengan pelaksanaan. Dalam menyusun proposal penelitian, masalah ini harus ditunjukkan dengan data, baik data hasil penelitian sendiri maupun dokumentasi. Misalnya akan meneliti untuk menemukan pola pemberantasan kemiskinan, maka data orang miskin sebagai masalah yang harus ditunjukkan.
b.                  Bila peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu populasi. Metode penelitian kuantitatif cocok digunakan untuk mendapatkan informasi yang luas tetapi tidak mendalam. Bila populasi terlalu luas, amak penelitian dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut.
c.                  Bila ingin diketahui pengaruh perlakuan/ treatment tertentu terhadap yang lain. Untuk kepentingan ini metode eksperimen paling cocok digunakan. Misalnya pengaruh jamu tertentu terhadap derajat kesehatan .
d.                 Bila peneliti bermaksud menguji hipotesis penelitian. Hipotesis penelitian dapat berbentuk hipotesis deskriptif, komparatif dan assosiatif.
e.                  Bila peneliti ingin mendapatkan data yang akurat, berdasarkan fenomena yang empiris dan dapat diukur. Misalnya ingin mengetahui IQ anak- anak dari masyarakat tertentu, maka dilakukan pengukuran dengan test IQ.
f.                   Bila ingin menguji terhadap adanya keragu- raguan tentang validitas pengetahuan, teori dan produk tertentu.

2.                  Penggunaan Metode Kualitatif

Metode Kualitatif digunakan apabila :
a.                  Bila masalah penelitian belum jelas , masih remang- remang atau mungkin malah masih gelap. Kondisi semacam ini cocok diteliti dengan metode kualitatif, karena peneliti kualitatif akan langsung masuk ke obyek, melakukan penjelajahan dengan grant tour question, sehingga masalah akan dapat ditemukan dengan jelas. Melalui penelitian model ini, peneliti akan melakukan eksplorasi terhadap suatu obyek. Ibarat orang akan mencari sumber minyak, tambang emas, dan lain – lain.
b.                  Untuk memahami makna dibalik data yang tampak. Gejala social sering tidak bisa dipahami berdasarkan apa yang  diucapkan dan dilakukan orang. Setiap ucapan dan tindakan orang sering mempunyai makna tertentu. Sebagai contoh, orang yang menangis, tertawa, cemberut, mengedipkan mata, memiliki makna tertentu. Sering terjadi, menurut penelitian kuantitatif benar tetapi menjadi tanda tanya bagi peneliti kualitatif. Sebagai contoh ada 99 orang yang mengatakan bahwa A adalah pencuri, sedangkan satu orang menyatakan tidak. Mungkin yang satu orang ini yang benar. Menurut penelitian kuantitatif, cinta suami kepada istri dapat diukur dari banyaknya sehari dicium. Menurut penelitian kualitatif, semakin banyak suami mencium istri, maka malah menjadi tanda tanya, jangan – jangan hanya pura- pura. Data untuk mencari makna dari stiap perbuatan tersebut hanya ocok diteliti dengan metode kualitatif, dengan teknik wawancara mendalam dan observasi berperan serta, dan dokumentasi.
c.                  Untuk memahami interaksi sosial. Interaksi sosial  yang kompleks hanya dapat diurai kalau peneliti melakukan penelitian dengan metode kualitatif dengan cara ikut berperan serta, wawancara mendalam terhadap interaksi sosial tersebut. Dengan demikian akan dapat ditemukan pola- pola hubungan yang jelas.
d.                 Memahami perasaan orang. Perasaan orang sulit dimengerti kalau tidak diteliti dengan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data, wawancara mendalam dan observasi berperan serta untuk ikut merasakan apa yang dirasakan orang tersebut.
e.                  Untik mengembangkan teori. Metode kualitatif paling cock digunakan untuk mengambangkan teori yang dibangun melalui data yang diperoleh melalui lapangan. Teori yang demikian dibangun melalui grounded research. Dengan metode kualitatif peneliti pada tahap awalnya melakukan penjelajahan, selanjutnya melakukan pengumpulan data yang mendalam sehingga dapat ditemukan hipotesis yang berupa hubungan antar gejala. Hipotesis tersebut selanjutnya diverivikasi dengan pengumpulan data yang lebih mendalam. Bila hipotesis terbukti, maka akan menjadi tesis atau teori.
f.                   Untuk memastikan kebenaran data. Data sosial sering sulit dipastikan kebenarannya. Dengan metode kualitatif, melalui teknik pengumpulan data secara triangulasi/gabungan ( karena dengan teknik pengumpulan data tertentu belum dapat menemukan apa yang dituju, maka ganti teknik lain), maka kepastian akan lebih terjamin. Selain itu dengan metode kualitatif, data yang diperoleh diuji kredibilitasnya, dan penelitian berakhir setelah data itu jenuh, maka kepastian data akan dapat diperoleh. Ibarat mencari siapa yang menjadi provokator, maka sebelum ditemukan siapa provokator yang dimaksud maka penelitian dinyatakan belum selesai.
g.                  Meneliti sejarah perkembangan. Sejarah perkembangan kehidupan seorang tokoh atau masyarakat akan dapat dilacak melalui metode kualitatif. Dengan menggunakan data dokumentasi, wawancara mendalam kepada pelaku atau orang yang dipandang tahu. Misalnya akan meneliti sejarah perkembangan kehidupan raja- raja di  Jawa, sejarah perkembangan masyarakat tertentu sehingga masyarakat tersebut menjadi masyarakat yang etos kerjanya tinggi atau rendah. Penelitian perkembangan ini juga bisa dilakukan dibidang pertanian, bidang teknik seperti meneliti kinerja mobil dan sejenisnya, dengan melakukan pengamatan secara terus- menerus yang dibantu kamera terhadap proses tumbuh dan berkembangnya bunga tertentu, atau mesin mobil tertentu.

No
Metode Kuantitatif
Metode Kualitatif
1
Menggunakan hiopotesis yang ditentukan  sejak awal penelitian
Hipotesis dikembangkan sejalan dengan penelitian/saat penelitian
2
Definisi yang jelas dinyatakan sejak awal
Definisi sesuai konteks atau saat penelitian berlangsung
3
Reduksi data menjadi angka-angka
Deskripsi naratif/kata-kata, ungkapan atau pernyataan
4
Lebih memperhatikan reliabilitas skor yang diperoleh melalui instrumen penelitian
Lebih suka menganggap cukup dengan reliabilitas penyimpulan
5
Penilaian validitas menggunakan berbagai prosedur dengan mengandalkan hitungan statistik
Penilaian validitas melalui pengecekan silang atas sumber informasi
6
Mengunakan deskripsi prosedur yang jelas (terinci)
Menggunakan deskripsi prosedur secara naratif
7
sampling random
Sampling purposive
8
Desain/kontrol statistik atas variabel eksternal
Menggunakan analisis logis  dalam mengontrol variabel ekstern
9
Menggunakan desain khusus untuk mengontrol bias prosedur
Mengandalkan peneliti dalam mengontrol bias
10
Menyimpulkan hasil menggunakan statistik
Menyimpulkan hasil secara naratif/kata-kata
11
Memecah gejala-gejala menjadi bagian-bagian untuk dianalisis
Gejala-gejala yang terjadi dilihat dalam perspektif keseluruhan
12
Memanipulasi aspek, situasi atau kondisi dalam mempelajari gejala yang kompleks
Tidak merusak gejala-gejala yang terjadi secara alamiah /membiarkan keadaan aslinya 



D.                KOMPETENSI PENELITI

Berikut ini dikemukakan kompetensi yang perlu dimiliki oleh peneliti kuantitatif dan kualitatif :

1.                  Kompetensi Peneliti Kuantitatif

a.                  Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang yang akan diteliti.
b.                  Mampu melakukan analisis masalah secara akurat, sehingga dapat ditemukan masalah penelitian yang betul- betul masalah,
c.                  Mampu mengunakan teori yang tepat sehingga dapat digunakan untuk memperjelas masalah yang diteliti, dan merumuskan hipotesis penelitian,
d.                 Memahami berbagai jenis metode penelitian kuantitatif, serta metode survey, eksperimen, expost facto, evaluasi dan sejenisnya,
e.                  Memahami teknik- teknik sampling, seperti grobability sampling dan nonprobability sampling dan mampu menghitung dan memilih jumlah sampel yang representative dengan sampling error tertentu,
f.                   Mampu menyusun instrumen untuk mengukur berbagai variabel yang diteliti, mampu menguji validitas dan reliabilitas instrumen,
g.                  Mampu mengumpulkan data dengan kuesioner, maupun dengan wawancara dan observasi,
h.                  Bila pengumpulan data dilakukan oleh tim, maka harus mampu mengorganisasikan tim peneliti dengan baik,
i.                    Mampu menyajikan data, menganalisis data secara kuantitatif untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis penelitian yang telah dirumuskan,
j.                    Mampu memberikan interpretasi terhadap data hasil penelitian maupun hasil pengujian hipotesis,
k.                  Mampu membuat laporan secara sistematis, dan menyampaikan hasil penelitian ke pihak- pihak yang terkait,
l.                    Mampu membuat abstraksi hasil penelitian, dan membuat artikel untuk dimuat ke dalam jurnal ilmiah.

2.                  Kompetensi Peneliti Kualitatif

a.                  Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang yang akan diteliti,
b.                  Mampu menciptakan rapport kepada setiap orang yang ada pada konteks sosial  yang akan diteliti. Menciptakan rapport berarti mampu membangun hubungan yang akrab dengan setiap orang yang ada pada konteks sosial,
c.                  Memiliki kepekaan untuk melihat setiap gejala yang ada pada obyek penelitian ( konteks sosial),
d.                 Mampu menggali sumber data dengan observasi partisipan, dan wawancara mendalam secara triangulasi, serta sumber- sumber lain,
e.                  Mampu menganalisis data kualitatif secara induktif berkesinambungan mulai dari analisis deskriptif, domain, komponensial, dan tema kultural/budaya,
f.                   Mampu menguji kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas hasil penelitian,
g.                  Mampu menghasilkan temuan pengetahuan, hipotesis atau ilmu baru,
h.                  Mampu membuat laporan secara sistematis, jelas, lengkap, dan rinci.

Sumber :
Metode Penelitian Kuantitatif, Edisi-1 (Prof. Dr. H. M. Burhan Bungin, S. Sos., M. Si)
Metode Penelitian Sosial, Edisi-2 (Muhammad Idrus)
Metode Penelitian Sosial (Bagong Suyanto dan Sutiyah)
Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D (Prof. Dr. Sugiyono)

2 komentar:

  1. makasih ya mbak Andini atas file metodologi penelitiannya.

    BalasHapus
  2. Nice Post!! Semoga Lebih Bermanfaat Jangan Lupa Kunjungi Blog Saya ^^9
    aikawafaith.blogspot.com

    BalasHapus