Negosiasi


NEGOSIASI

Modul ini akan membahas ketrampilan manajerial untuk melakukan Negosiasi atau melakukan proses kesepakatan antara  pihak pihak yang bermasalah. Ketrampilan  ini akan  diperlukan oleh manajer lembaga sosial masyarakat dalam hubungan kerja dengan para stakeholders / donatur atau dengan pihak lain yang terkait dengan organisasi.

Negosiasi diperlukan sebagai salah satu upaya untuk menunjang kegiatan organisasi dan dalam mencapai tujuan organisasi. Pemahaman mengenai bagaimana  menerapkan strategi negosiasi  mengerti model pendekatan tujuan dan prinsip–prinsip negosiasi serta mengenali modal dan karakteristik negosiasi.

1 Pengertian Negosiasi
Istilah negosiasi  yang terdapat pada  kamus besar bahasa Indonesia  adalah : proses tawar menawar dengan jalan berunding untuk memberi atau menerima guna mencapai kesepakatan antara satu pihak dan pihak yang lain dapat berupa  kelompok atau organisasi

Negosiasi juga diartikan sebagai suatu bentuk penyelesaiaan sengketa secara damai melalui perundingan antara pihak pihak yang bersengketa. Istilah ini berkembang dari dunia para diplomat baik yang menjabat sebagai  duta besar, kuasa usaha atau konsul yang bergerak dalam kegiatan  diplomasi. Kegiatan dilakukan untuk kepentingan negara yang diwakilinya saat dinegara manapun para diplomat itu ditempatkan.

Pengertian diplomasi secara sederhana yang dikemukan oleh Anwar. DF adalah sebagai praktek prakatek atau kegiatan dari lembaga lembaga yang berlaku diantara negara-negara dalam hal ini pemerintah dalam berhubungan antara satu dan yang lain. Salah satu bentuk kegiatan yang digunakan  adalah “negosiasi”. Jadi Negosiasi merupakan salah satu fungsi vital dari para diplomat. Diplomasi bertujuan untuk memajukan kepentingan kepentingan nasional dalam bidang politik maupun ekonomi, sebagai contoh adalah kepentingan kemerdekaan suatu negara , keamanan dan integritas teritorial.

Dalam permasalahan kenegaraan, negosiasi  merupakan proses yang komplek untuk mengatasi isu-isu atupun perbedaan pendapat  dari negara negara yang bersengketa atau bermasalah, dengan demikian diharapkan  dapat  menghasilkan   suatu kesepakatan  diantara negara  yang bersangkutan.


2 Persetujuan dan Konvensi
Kesepakatan yang dihasilkan oleh Negosiasi bilateral disebut sebagai “persetujuan”. Pada istilah ini mengandung  sifat kesepakatan yang lebih sempit atau secara tehnikal saja terhadap masalah masalah yang dikemukakan  Sedangkan kesepakatan yang dihasilkan oleh negosiasi-negosiasi dari multilateral disebut “Konvensi” biasanya bersifat pembentukan undang- undang atau peraturan bersama.

Dalam mengelola organisasi manajer selalu dihadapkan pada kegiatan saling mempengaruhi atau lobby dan upaya mewujudkannya dengan kesepakatan atau Negosiasi Dibandingkan dengan lobby yang bersifat non formal,  Negosiasi merupakan proses resmi atau formal.

3 Definisi
Beberapa pendapat menyebutkan bahwa negosiasi berkaitan dengan kemampuan komunikasi dari seseorang sehinggai  menurut Wahab (1997) negosiasi adalah : alat dasar untuk memperoleh hal yang  di kehendaki dari pihak lain. Sehingga dapat definisikan sebagai:
“Komunikasi timbal balik yang dirancang untuk mencapai persetujuan ketika terdapat dua pihak dengan kepentingan   bersama, dan salah  pihak ada unsur yang  menentang”
Pramono (1997) mengacu pendapat dari Folwer  menyebutkan bahwa Definisi negosiasi:
“ adalah proses interaksi dengan mana kedua pihak atau yang lebih perlu terlibat secara bersama didalam hasil akhir kendati pada awalnya masing-masing pihak mempunyai sasaran yang berbeda beruasaha untuk menyelesaikan perbedaaan mereka dengan menggunakan argumen dan persuasi untuk mencapai jalan keluar yang dapat diterima bersama”

Dari definisi tersebut tersirat adanya suatu proses dalam jangka waktu tertentu yang harus diikuti dengan strategi( akan diuraikan pada strategi organisasi). Sehingga dalam menetapkan tahap-tahap yang ada selain strategi  diperlukan pula ketrampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan dalam tahapan dalam negosiasi yang dapat dibagi menjadi 3 tahapan.

4 Tahapan dalam Negosiasi
1. Tahap Awal
Tahapan awal yang perlu dipahami adalah :
Tahap sebelum negosiasi  pelaku atau organisasi  perlu mengetahui kejadian kejadian yang melatar belakangi suatu permasalahan.


Untuk memudahkan identifikasi permasalahan dapat dibuat urutan daftar pertanyaan yang jawabannya akan digunakan sebagai bahan untuk penyusunan strategi pada tahapan selanjutnya, Contoh pertanyaan yang dapat disusun pada tahap ini diantaranya adalah :
a.         Apakah pokok permasalahannya ?
b.         Apakah Negosiasi memang perlu dilakukan ataukah dapat diupayakan dengan kemungkinan lain
c.         Bagimana kondisi hubungan kedua belah pihak apakah dimungkinkan untuk diadakan suatu kesepakatan atau tidak

Apabila daftar pertanyaan tersebut ditemukan bahwa kedua pihak memang membutuhkan kesepakatan maka tahap negosiasi selanjutnya dapat direncanakan berikut strateginya. Namun apabila salah satu pihak tidak berkeinginan untuk membuat kesepakatan maka negosiasi menjadi sulit untuk dilakukan. Dalam kondisi seperti ini diperlukan upaya pendekatan dalam bentuk lain misalkan lobby atau memanfaatkan pihak lain untuk membicarakannya.

2. Tahap selama berlangsungnya negosiasi
Pada tahap ini beberapa hal yang harus disiapkan oleh para pihak yang akan melakukan perundingan adalah:
·  Menetapkan permasalahan pokok dengan menyatukan perbedaan dan pembuat pengertian yang sama terhadap permasalahan
·  Menetapkan posisi awal
·  Menyiapkan argumentasi
·  Mengembangkan kemungkinan dari permasalahan
·  Menetapkan proposal yang merupakan gagasan baru yang menjurus kearah kesepakatan, sifat fleksibel dan dapat dimodifikasi.
·  Menetapkan dan menandatangani proposal akhir yakni jalan keluar yang dipilih guna mengatasi perbedaan pendapat dari pihak yang berunding

3.   Tahap sesudah negosiasi.
Kegiatan pada tahap ini adalah pelaksanaan program persetujuan, masing-masing perlu mengetahui apa yang dilakukan, siapa yang melakukan dan waktu pelaksanaannya. Tim kedua pihak dapat melakukan peninjauan pelaksanaannya untuk menjamin pelaksanaan komitmen bersama.

Dalam hubungan ini meskipun  skala dan pokok bahasan berbeda dan berada pada suasan formal maupun informal. namun masing-masing pihak yang terlibat tahu bahwa mereka sedang bernegosiasi. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar